Kamis, 06 September 2018

PELEPASAN TIM GARUDA UNY OLEH REKTOR UNY PELEPASAN TIM GARUDA UNY OLEH REKTOR UNY

Bertempat di ruang Rapat Pimpinan (Rapim) UNY, Rektor UNY didampingi beberapa pimpinan UNY yang terdiri dari WR 3, Dekan FT, Dekan FBS, serta para dosen pembimbing Tim Mobil, melepas Tim Garuda UNY yang terdiri dari 14 Mahasiswa. Mahasiswa itu sendiri, terdiri dari Mahasiswa jurusan Otomotif, jurusan Teknik Mesin, serta jurusan Satra Inggris, dan diantara mahasiswa ini terdapat 4 mahasiswa yang merupakan mahasiswa bidikmisi. Rombongan Tim mobil Garuda UNY ini rencananya akan berada di Jepang mulai tanggal 4 September hingga 8 September 2018, dan pertandingan sendiri akan berlangsung di Ecopa Stadium Jepang. Dari Indonesia sendiri terdapat 6 perguruan tinggi yang mengikuti perlombaan ini yaitu, dari UNY, ITS, UGM, UI, UNS, serta UII.
Zainal Arfin selaku pembimbing Tim Mobil Garuda UNY mengatakan bahwa tim sudah dalam tahap siap untuk berangkat, dan dalam perlombaan kali ini kategori yang dilombakan lebih spesifik dibandingkan yang sebelumnya, Zainal juga menyampaikan bahwa pendanaan serta pembelanjaan sudah siap dan kendaraan yang akan dipakai untuk perlombaan akan dikirim ke jepang tanggal 26 Agustus mendatang. Zainal juga menyampaikan terimakasih atas support yang besar dari berbagai pihak.
Rektor UNY dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa jika memang ada beberapa kategori yang dilombakan, namun ada salah satu yang sangat menonjol yang dimiliki Tim Garuda UNY, maka rektor meminta untuk dimunculkan kelebihan tersebut. Rektor UNY pun mengapresiasi bahwa kali ini tim lebih siap serta lebih baik dibanding sebelumnya dengan bukti antara lain, design mobil lebih bagus, berat mobil diturunkan, serta mobil bisa bergerak lebih dinamis. Rektor UNY menambahkan selama mahasiswa berada di Jepang, diharapkan bisa mempelajari budaya Jepang, mencoba kuliner yang ada di Jepang, serta mempelajari kecanggihan teknologi di Jepang baik dalam hal komunikasi maupun transportasi. Terakhir rektor UNY berpesan untuk tim agar berangkat lebih awal , tingkatkan percaya diri untuk berlomba, serta tetap menjaga kesehatan mental. ( Rani)
sumber : ft.uny.ac.id/berita/pelepasan-tim-garuda-uny-oleh-rektor-uny-pelepasan-tim-garuda-uny-oleh-rektor-uny.html

1000 RESEP CHINESE FOOD

Resensi buku "1000 Resep Chinese Food "



Identitas Buku 

Judul : 1000 Resep Chinese Food
Penulis : Mary Winata
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama ( anggota IKAPI )
Tahun terbit : 2011
Jumlah halaman 582 halaman

Isi Buku

Buku karangan Mary Winata ini merupakan buku resep chinese food terlengkap yang terdiri atas 582 halaman yaitu terdiri dari kata pengantar, daftar isi, isi, dan biografi tenang penulis. Isi buku ini memuat 1000 resep chinese food populer yang banyak digemari maupun yang belum dikenal masyarakat awam. Buku ini disajikan per-kategori (14) masakan sehingga memudahkan Anda mencari menu yang akan Anda pilih seperti hidangan nasi, sup, sayur, ikan & seafood, dll.

Kelebihan Buku

Buku ini disusun dengan rapi. Cover depan yang sangat menunjukan nuansa chinese, membuat para penggemar masakan ini ingin cepat - cepat membacanya. Penulisan resep pun sangat rapi dan bahasanya mudah dimengerti.

Kekurangan Buku

Sayangnya isi buku ini kurang bewarna dan tidak dilengkapi gambar contoh penyajian dari setiap resep, serta tidak dilengkapi dengan tips disetiap resepnya.

Kesimpulan

Buku “ 1000 Resep Chinese Food ” memang menjadi salah satu jawaban bagi Anda, para pecinta kuliner Chinese Food. Dengan 1000 pilihan resep dari buku ini, Anda dapat menggunakannya sebagai menu sehari-hari, menu pilihan sehat atau untuk membuka usaha masakan Chinese Food, dan dengan berbaga pilihan resep itu dapat memudahkan Anda untuk menyusun daftar menu dalam usaha Anda.    


Sumber : Buku Perpustakaan Media Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

  






Minggu, 02 September 2018

Tim Karnaval FT Pertahankan Gelar Juara Karnaval Jogja Fashion Week


Yogyakarta – Tim Karnaval Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta berhasil mempertahankan gelar Juara Karnaval dalam Jogja Fashion Week (JFW) Minggu (27/8-2017). Gelar ini merupakan yang ketujuh diraih oleh Tim Karnaval UNY. Bersaing melawan sekitar 30 tim peserta karnaval baik dalam maupun luar Yogyakarta seperti komunitas Didi Nini Thowok, Jember, Solo, Malang, Salatiga, Banyuwangi, pada akhirnya, berdasarkan penilaian juri saat karnaval di Jalan Malioboro di peroleh 6 nominasi juara yang selanjutnya di bawa menuju Jogja Expo Centre (JEC) untuk dipertunjukkan di atas stage Jogja Fashion Week.
Secara detail keputusan tim juri adalah Juara 1 adalah Tim Karnaval FT UNY, Juara 2 diraih Sanggar RnB, dan Juara 3 untuk Sanggar Pincuk Solo.
Afif Ghurub Bestari, M.Pd., pembimbing tim menuturkan bahwa pada JFW 2017 ini, tim Karnaval Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta mengusung sebuah konsep busana yang terinspirasi dari cerita rakyat Bali, yakni Layonsari Jayaprana. 
Cerita Layonsari Jayaprana sendiri adalah adalah cerita yang mengisahkan tentang pengorbanan nyawa Layonsari demi cintanya kepada Jayaprana. “Konsep ini merepresentasikan sebuah cerita rakyat atau legenda yang diwujudkan dalam kostum karnaval, sebagai bentuk semangat yang terus menyala untuk melestarikan dan menjaga budaya bangsa. Tokoh dalam legenda tersebut yang diwujudkan dalam bentuk kostum karnaval adalah Layonsari, Jayaprana beserta raja dan para pengawalnya,” jelasnya.  
Afif menambahkan dalam proses pembuatan banyak menggunakan kain tenun Bali dan lurik Jogja dikombinasikan dengan indah dan rapi dalam berbagai busana karnaval ini. “Guna memperkuat kesatuan penampilan, dimunculkan juga gerak tari bali beserta gamelan pengiringnya, serta para wanita membawa gebogan atau rangkaian buah, kue dan bunga yang disunggi di kepala,” jelasnya.
Ketika disinggung mengenai proses pembuatan, Afif menjelaskan bahwa waktu pembuatan  kostum memerlukan waktu sekitar 1,5 bulan yang merupakan karya dari para mahasiswa bergabagi lintas jurusan di Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta yang tergabung dalam  keanggotaan Tim Karnaval FT UNY.
Gemerlap warna – warni kreasi peserta karnaval JFW 2017 sendiri sungguh menarik perhatian masyarakat luas yang memadati sepanjang jalan malioboro Yogyakarta, Minggu. Keelokan dan kemeriahan busana yang ditampilkan tidak lepas dari material – material lokal dan  tenun nusantara adapun syarat dan ketentuan dari panitia mengharuskan 80% tenun dan 20% material lain.
Setiap grup mengusung tema dan konsep yang unik  menarik dengan tema besar yang ditentukan panitia yaitu  Abinaya Anagya yang berarti semangat yang tak kunjung padam.